Kasus Eddy Sindoro segera masuk meja hijau

Perkara kasus mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro segera masuk meja hijau. Hari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pelimpahan berkas kasus ini ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.

“Hari ini (10/12) dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka ESI (swasta),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya pada Senin, (10/12).

Eddy Sindoro sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2016 lalu. Ia diduga menjadi dalang suap kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, pada akhir 2016 untuk pengabulan Peninjauan kembali (PK) terkait kasus yang ditangani PN Jakarta Pusat.

Edy diduga memberikan sejumlah uang kepada Edy Nasution untuk sejumlah perkara yang berkaitan dengan Lippo Group.

Setelah kabur selama dua tahun, Eddy akhirnya menyerahkan diri kepada KPK pada Jumat, (12/10) yang lalu Daftar Poker.

Selama proses penyidikan, KPK telah memeriksa sekitar 38 orang saksi untuk mendalami kasus ini. Febri menjabarkan unsur-unsur saksi yang telah diperiksa antara lain; sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia, PNS di Mahkamah Agung Republik Indonesia, Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Selanjutnya, Direktur PT Metropolitan Tirta Perdana (PT MTP), Sekretaris Paramount Land Advokat Cakra & Co Advocate & Legal Consultant, dan pihak swasta lainnya

Sekadar informasi Edy Nasution sendiri telah divonis bersalah di pengadilan. Berdasarkan putusan MA, ia diganjar hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan.

Sementara Doddy Aryanto Supeno sebagai pemberi suap dihukum penjara 4 tahun dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Doddy inilah yang diketahui sebagai pegawai PT Artha Pratama Anugrah (anak usaha Lippo Group) sekaligus anak buah Eddy Sindoro.

Prabowo menghadiri peringatan 14 tahun gempa dan tsunami Aceh

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dijadwalkan akan tiba di Banda Aceh pada Kamis (26/12) pukul 10.00 WIB dalam rangka memperingati 14 tahun musibah gempa dan tsunami Aceh.

“Besok pagi pukul 10.00 WIB, Bapak Prabowo akan tiba melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang Aceh Besar,” kata Cut Mutia, presidium Pusat Gerakan Nasional Prabowo Presiden (PGNPP) kepada wartawan, Rabu (25/12).

Menurut Cut Mutia, agenda utama Prabowo bertandang ke Aceh kali ini adalah untuk menghadiri peringatan 14 tahun musibah gempa dan tsunami Aceh. Sebab, Aceh menjadi salah satu daerah Istimewa bagi calon presiden nomor urut 2 karena telah banyak berjasa dan berkorban untuk bangsa Indonesia sejak dulu.

“Bagi Prabowo, Aceh menjadi salah satu daerah istimewa, karena telah banyak berkorban untuk Indonesia sejak dulu, apalagi mayoritas masyarakat Aceh mendukung Prabowo jadi presiden,” sebutnya.

Setelah mengikuti acara peringatan 14 tahun musibah gempa dan tsunami bersama nelayan dan pedagang ikan di TPI Lampulo serta berziarah ke kuburan massal korban gempa dan tsunami di Siron, Aceh Besar, Prabowo juga akan menggelar pertemuan dengan ulama dan tim pemenangannya di Aceh.

“Agenda utama acara peringatan 14 tahun gempa dan tsunami, kemudian beliau juga akan bertemu dengan ulama dan tim pemenangan serta masyarakat Aceh,” jelasnya.

Cut Mutia mengklaim, pasangan Prabowo-Sandiaga akan memperoleh 85% suarat dari rakyat Aceh, seperti yang telah disampaikan oleh Muzakkir Manaf, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Suara dari Aceh untuk 80% sudah pasti untuk Prabowo, seperti yang telah disebutkan oleh Muzakir Manaf,” ujarnya. (Kontributor Kompas TV Aceh, Raja Umar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Prabowo Hadiri Peringatan 14 Tahun Gempa dan Tsunami Aceh”

BMKG imbau masyarakat hindari pesisir pantai Selat Sunda hingga radius 1 kilometer

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari kawasan pesisir Pantai Selat Sunda dengan radius 500 meter hingga 1 kilometer (km). Meski begitu, BMKG berharap masyarakat tidak panik walau tetap harus waspada.

BMKG merilis imbauan tersebut berdasarkan hasil pemantauan terkini pada aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kawasan sekitarnya. Berdasarkan keterangan pers yang diterima Kontan.co.id, BMKG memperkirakan cuaca di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau pada hari ini, Rabu (26/12) akan terjadi hujan sedang hingga lebat pada siang sampai sore hari.

Yang dikhawatirkan, curah hujan lebat bisa mengguncang bibir tebing kawah Gunung Anak Krakatau sehingga bisa mengakibatkan longsoran tebing kawah. Longsoran tebing kawah inilah yang dikhawatirkan bisa memicu gelombang tinggi, bahkan tsunami seperti peristiwa pada Sabtu (22/12) malam.

Oleh karena itu, sebagai antisipasi dini atas kemungkinan efek longsor susulan tebing kawah Gunung Anak Krakatau, “Sekali lagi, jangan berada di pesisir pantai pada radius 500 m-1 km,” ucap Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, dalam jumpa pers Selasa (25/12/2018) malam

Dwikorita menyatakan,  BMKG berupaya fokus dan memantau terus menerus aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sebab, aktivitas Gunung Anak Krakatau cenderung masih tinggi sampai saat ini IDN Poker.

Selain curah hujan, BMKG memperkirakan ketinggian gelombang laut di sekitar Gunung Anak Krakatau pada dini hari ini berkisar antara 0,75 meter (m)-1,5 m. Sedangkan pada pagi hingga siang hari berkisar antara 0,75 m-2,0 m. Adapun pada siang hingga malam hari diperkirakan ketinggian gelombang berkisar antara 0,75 m-1,25 m.

Nah, untuk mengoptimalkan proses pemantauan dan meningkatkan proses deteksi dini, kata Dwikorita, BMKG mengembangkan aplikasi pengawasan Gunung Anak Krakatau yang lebih sensitif. “Ada enam sensor yang dipasang yakni tiga di Lampung dan tiga di Pulau Jawa. Sebab hal ini berkaitan dengan ribuan nyawa,” kata Dwikorita.

Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, menyatakan, melalui sensor yang dipasang itu, BMKG berharap bisa mendeteksi secara lebih baik aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memberikan peringatan sejak dini kepada masyarakat. “Peringatan dini ini akan kami evaluasi selama satu jam. Kalau satu jam tidak ada tsunami, BMKG akan mencabut warning itu,” ujar dia.

Rahmat berharap masyarakat selalu memperhatikan peringatan dini dari BMKG dan selalu waspada, sekalipun peringatan tersebut kemudian dicabut BMKG.  “Kami siap dimarahi masyarakat karena misalnya sering memberikan peringatan dini. Tapi, lebih baik kami dimarahi daripada tidak memberikan warning dini dan terjadi hal yang tidak kita inginkan,” kata Rahmat.